#DCU always comes out swingin' when Philly is in town. Don't miss #DCvPHI on September 27: http://t.co/FI7jzRc6Bq pic.twitter.com/qrzWgHiMCk

Sisi Kiri DC United Menjadi Andalan

Daniel Woolard dan Chris Pontius, solid beroperasi di sisi kiri DC United

Chris Pontius kerap menjadi bahan perbincangan publik padamusim ini. Maklum, sumbangan gol gelandang kiri berusia 25 tahun iniberkontribusi besar bagi DC United hingga tengah musim 2012. Apalagi pemainyang berposisi sebagai gelandang kiri ini dianugerahi gelar Pemain Terbaikketika tergabung dengan skuad MLS All-Stars saat mengalahkan Chelsea 3-2 padapekan lalu.

Nama besar Pontius berbanding terbalik dengan rekansetimnya, Daniel Woolard. Nama bek kiri ini seolah dilupakan, padahal Woolardsejatinya memegang peranan penting dibalik kesuksesan Pontius. Pasalnya,Woolard beroperasi tepat dibelakang Pontius dalam skema permainan 4-4-2.

Bahkan Pontius mengakui bahwa bek kiri DC United itu menjadifaktor kunci dibelakang kesuksesannya pada musim ini.

"Woolard adalah pemain yang konsisten. Ia bukan tipikalindividu yang mencolok atau melakukan tindakan yang berlebihan, namun hal ituberubah ketika di lapangan. Woolard kerap bekerja keras dan sulit dikalahkan.Itulah yang dibutuhkan dari seorang bek, bukan seseorang yang suka tampilberlebihan," kata Pontius.

Meski mendapat pujian dari sang ikon klub, namun Woolardtetap rendah diri. Menurutnya, performa apik Pontius disebabkan lantaran ia memangmemiliki kualitas diatas rata-rata.

"Pontius kerap membingungkan lawan. Saat ia mendekatianda dengan kecepatannya, anda tak dapat memprediksi ke arah mana ia akanberlari," tutur Woolard.

Asisten pelatih DC United, Chad Ashton, pun mengakuikesolidan dua pemain itu membuat sisi kiri United mampu bertahan dan menyerangsama baiknya. "Faktor kepercayaan antar kedua pemain itu memegang perananbesar. Ketika akan menyerang, anda membutuhkan perasaan nyaman dengan pemainyang berada dibelakang anda. Hal inilah yang membuat kinerja Chris Pontiuslebih ringan," ujar Ashton.